Apa hanya mimpi?

Baru saja perasaanku menggebu-gebu setelah melihat seseorang yang gagal dalam meraih cita-citanya… tidak hanya itu, sebelum gagal, dia mengatakan pada dirinya “aku masih punya waktu 2 minggu, berusaha keras untuk meraih mimpiku”.

Entah mengapa, tiba-tiba seketika itu juga aku berimajinasi… aku mulai membayangkan dengan sebuah ruangan yang dipenuhi banyak orang… tetapi dengan sebuah kesamaan mereka datang ke sana. mereka ingin mendapatkan posisi pertama dalam podium… lalu, saat itu aku juga membayangkan kalo diriku berada di sana. aku berada pada beberapa ratus ato mungkin bahkan ribuan orang pejuang… Duh, ngerinya… aku membayangkan, mereka juga membawa semua kemampuannya… membawa semangat yang juga menggebu-gebu… membawa strategi yang sudah terpikirkan dan ter simulasikan dengan baik dengan disertai rencana cadangan yang mereka punya…

Lantas, aku bertanya : “Apa yang membedakan aku dari mereka?”. “apa jaminanku mendapatkan posisi pertama?”. “apa yang kumiliki sekarang, apakah cukup untuk menghadapi situasi semacam ini?”. sedangkan masing-masing dari kita hanya diberikan kesempatan sekali berlaga…

Tak hanya itu, pertanyaan segera berikutnya adalah, “kapan tiba masanya? masa dimana kita akan mulai dinilai”. seperti sistem operasi pada google. dengan menggunakan rumus algoritma PageRank-nya. ketika seseorang mencari sesuatu dalam searching engine-nya google, maka muncul serangkaian daftar yang telah dengan PageRankdiurutkan. PageRank adalah pembobotan sebuah dokumen di internet secara keseluruhan yang tercatat. Gampangnya, ketika banyak dikenal orang, maka, ketika secara acak, ditanya pada ribuan orang tadi, meraka menyebut nama kita. mungkin penilaian ini bisa terjadi, jika si penguji, menanyakan pada sesama kontestan, mengenai orang yang mereka kenal di dalam ruangan itu…

Runyamnya, adalah aku tidak cukup punya kemampuan, sehingga tidak banyak orang yang mengandalkan keahlianku..aku masih merasa kurang… kurang asin dalam lautan garam, kurang manis dalam lautan madu, kurang waktu dalam semua kesibukanku, kurang perasaan ketika ber muamalah, sehingga berakhir dengan menyakiti begitu banyak perasaan. hhaaahh… lelahnya… tiba-tiba saja rasa lelah menjangkiti pundakku. mengajakku untuk menyerah lagi… aku butuh penyemangat!! butuh polisi galak yang selalu bawa raket pemukul nyamuk(itu lho, yang kalo kena, kawatnya bisa terasa kesetruuumm..).

Atau aku hanya berhalusinasi dengan itu semua, atau aku terlalu berlebihan dalam menggambarkannya? menggambarkan situasi yang sedang aku alami?. susah ah… sampai saat ini aku pun terus mendoktrin diriku untuk tidak menyesali apa yang telah aku pilih, aku lakukan. karena itu akan mengajarkanku pada kedisiplinan. kedisiplinan yang selama ini ku idam-idamkan. karena yang telah kau pilih, adalah pilihan yang sudah kau pertimbangkan matang-matang, sudah kau ketahui risikonya…

malam ini masih tanggal 29 Desember 2008, minggu tenangku akan diakhiri dengan UAS, yang musti tidak akan kusesali nanti, jika saat ini aku belajar hingga larut malam, hingga berdarah-darah, hingga perut buncit & kelopak mata menghitam lantaran kebanyakan minum kopi dan begadang… kagak apa-apa dech… ini juga nanti untuk masa depanku… aku gak menyesal… Semangat yo…!!!. yuk, kita lewati mereka yang lengah, lelah, dan kalah dalam berjuang…

Kita lewati mereka dengan meninggalkan beberapa tulisan motivasi untuk mereka… duh jadi ingat ceritanya “who move my cheese?”. mereka yang lengah, adalah mereka yang selalu merasa cukup dengan keadaannya yang sekarang, mereka sering disilaukan dengan banyaknya pujian, sehingga mereka jadi enggan untuk meng up-grade kemampuan dirinya.kemudian terbentuklah kepribadian malas membaca, lantaran semua orang sudah terpukau dengan keadaannya. terakhir, kapan yah… aku akan mulai bosan membaca??? Robbii Zidni ‘Ilman nafi’an… warzuqni fahman… warizqon halalan thoyyiban mubarokan… Duhai Robb, tambahkan hamba ‘ilmuMu yang bermanfa’at… Fahamkan hamba atasnya… serta berikan hamba rizqi yang halal dan membawa berkah…(sebenarnya sich, juga mau tak tulis “Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrotaa’yuun, waj’alnalil muttaqina imama”. tapi aku sungkan dan malu…)Ganbatte ikimashoi…Shoi..shoi..shoi..

Kadang, aku yo merasa, Duuh… enaknya mereka yang bawa payung ke kampus.. kalo musti pindah gedung kuliah, mereka kagak bakalan kena hujan. kemarin, padahal payung di tasku udah nunggu selama seminggu buat kugunakan… EEhhhh… hujannya nggak turun, hari begitu cerah… menyesal nggak sich ini namanya?aku bingung…, tapi mending gitu kali yah? tidak ada salahnya bersiap-siap… sungguh, catatan ini akan membedakanku antara aku sekarang dengan aku 1 tahun berikutnya… Duuh… senengnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s