TIGA METODE -Penilaian dan Promosi Kader Dalam Da’wah bag 4-

Manusia dan seluk-beluk keadaannya diketahui melalui berbagai cara. Diantaranya:
a- Kesaksian yang bersifat massal, yakni yang beredar di tengah masyarakat.
b- Pengujian;
c- Proses taqwim melalui jarh dan ta’dil.
Syaikhul Islam meringkas hal ini dalam pen¬dapatnya:

“Pengetahuan tentang manusia terkadang dilakukan dengan kesaksian masyarakat, terkadang dengan jarh dan ta’dil, dan terkadang dengan pengujian”. (Fatwa Ibnu Taimiyah 15/330)
Karena itu, para da’i bisa menerima kesaksian masyarakat umum, jika tidak ada halangan. Kesaksian ini merupakan dasar keputusan atas manusia dan keberadaan mereka, dan tidak diperinci kecuali ketika ada kebutuhan yang menjadi dasar keputusan hukum.

Dalam hal ini, dimungkinkan merinci dengan beberapa karakteristik dan meminta penjelasannya bila ada kebutuhan.. Di antaranya kebutuhan rekrutmen (indhimam), atau pemberian tugas dakwah. Semakin besar urgensi pusat dakwah atau kewena¬ngan dakwah, maka semakin penting dan mendesak para da’i dimintai perincian. Begitu juga Jama’ah Is¬lam dan pemimpinnya bisa menempuh cara pengujian dengan jalan membebani beberapa tugas tertentu, dan dengan pelaksanakan tugas-tugas dakwah, serta dengan melihat aktifitas-aktifitas dakwah da’I tersebut. Dengan penjelasan mengenai dua metode tersebut masih ada aspek ketiga proses taqwim dengan dua kutub jarh dan ta’dil sebagai salah satu metode penting yang harus dipergunakan dan tidak dapat diting¬galkan. Wilayah penilaian kuat atau lemah ini terbuka bagi masuknya para da’i dengan adil, seimbang dan konseptual.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s