siapa ini….

Malang, 15-03-2008

situasinya: habis hujan, dan tetap mendung..

sesekali, kita harus membayangkan kalau diri kita hidup dengan tanpa kaki, agar bisa sangat-sangat mensyukuri kalau kita diberi nikmat punya kaki.

sesekali, kita harus merenungi, jika hujan pun adalah sebuah nikmat yang harusnya disyukuri. mengapa tidak? jika kepanasanpun kita juga mengeluh.., lalu kenapa kita lebih mengeluh kalau kehujanan?

sesekali, ingin rasanya hati ini mampu menahan kata-kata yang tdk berarti yang akan keluar dari mulut ini, hanya pada saat hati kita bahagia.

ingiiin sekali,  bersikap biasa saja dengan kemampuan yang dimiliki. tapi, kenapa mereka terus memandang takjub??

ingin rasanya memberi pelajaran pada mereka yang telah mendzolimi. meskipun saat ini mampu membalas… tapi, bukankah sabar itu adalah keadaan dimana seseorang mampu membalas, tetapi dia tidak membalas, malah memaafkan??

ingiiin sekali, kembali pada keadaan dimana seakan al-qur’an menasihatiku ketika aku membacanya..

ingiiin sekali, aku membahagiakan seorang muslim yang teraniaya oleh pemimpin, yang dzolim. karena tidak berfihak pada mereka yang miskin dan enggan meminta-minta.

ingiin sekali, aku mengerti banyak hal dan tahu segala sesuatu. dan mau mengajarkan pada mereka yang tidak tahu dengan wajah sedikitpun menunjukkan kesombongan, sok tahu, dan merendahkan dia.

tapi… biarkan saja lah… aku tetap semangat koq pada akhirnya…

Alhamdulillaah yaa Allah….

engkau mengajarkan banyak hal dengan banyak hikmah dari setiap kejadian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s