Sabiluna…..Sabiluna……Al-JIHAD….Al-JIHAD….

Archive for the ‘Taqwim Da’awi’ Category

Karenanya, harus ada sifat wara’. Sifat ini disyaratkan bagi muqawwim sebagaimana para ulama mensyaratkannya kepada ahlul jarh wat ta’dil dan sejarahwan. Tidak ada salahnya kami nukil pernyataan As-Subky mengenai syarat bagi sejarahwan ini: “Mereka berada di tepi jurang yang hendak runtuh, karena mereka bermain dengan kehormatan manusia. Seringkali mereka meriwayatkan kabar yang sampai kepada mereka [...]

Inilah sejumlah aturan umum dan parameter proses taqwim dengan dua bentuknya: Tautsiq (penilaian tentang ke-tsiqah-an) dan tadh’if (kelemahan). Kemudian ditindaklanjuti secara terperinci dengan sejumlah aturan untuk setiap proses, karena penilaian tentang ke-tsiqah-an didasarkan pada objektivitas dan tidak berlebihan. Sedangkan aturan-aturan tadh’if (menilai kelemahan) dasarnya adalah adab Islam, keadilandan keseimbangan, sebagaimana aturan-aturan ini memuat banyak konsep [...]

Meskipun telah disinggung bahwa proses taqurim terkadang. dilaksanakan para da’i pada umumnya, namun ini terbatas pada umumnya manusia, atau mereka yang ada dibawah bimbingan para da’I di satu sisi, dan dalam kondisi-kondisi tertentu, seperti kebutuhan mendesak untuk hal tersebut di sisi lain. Pada dasarnya proses taqwim ini dilakukan oleh para pemimpin (amir) untuk tujuan mengetahui [...]

Urgensi penggunaan kaidah-kaidah taqwim di dalam Jama’ah Islam menimbulkan kebutuhan untuk meletakkan aturan-aturan syar’iyah, dan standar¬-standar rasional yang didasarkan pada kaidah-kaidah syari’at, dan sangat diperlukan untuk menyem¬pumakan proses taqwim secara lebih baik, mening¬katkan kemampuannya dan pemanfaatannya semak¬simal mungkin, tanpa melampaui batas yang menge¬luarkan proses taqwim dari obyektifitas atau melam¬paui batasan-batasan keutamaan dan keseimbangan, atau menyimpang [...]

Manusia dan seluk-beluk keadaannya diketahui melalui berbagai cara. Diantaranya: a- Kesaksian yang bersifat massal, yakni yang beredar di tengah masyarakat. b- Pengujian; c- Proses taqwim melalui jarh dan ta’dil. Syaikhul Islam meringkas hal ini dalam pen¬dapatnya: “Pengetahuan tentang manusia terkadang dilakukan dengan kesaksian masyarakat, terkadang dengan jarh dan ta’dil, dan terkadang dengan pengujian”. (Fatwa Ibnu [...]


Pages