Dakwah ini tidak membutuhkan kalian, tapi kalianlah yang membutukannya… January 2, 2009
Posted by mujahiddien in opini.Tags: Dakwah, jama'ah malaikat, jama'ah manusia, pemilu 2009, realita dakwah
2 comments
Oh iya, ada lagi… dia mengatakan dengan percaya dirinya
“sesungguhnya dakwah ini tidak membutuhkan kita, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah”.
“SUDAH SALAH…PINTER PULA MENYEMBUNYIKANNYA”. dulu, pernyataan ini membuatku ragu untuk meninggalkan rutinitas kegiatan yang kuanggap dakwah. sekarang, aku lebih bisa melihat dengan jernih, bukan lagi menggunakan kaca mata kuda (kaca mata yang gak terasa telah dipasang mereka dengan berbagai doktrin)… akan kuulas pandanganku sekarang mengenai pernyataan tersebut..
semua pasti sepakat, mengenai isi kalimat tersebut. bahkan diriku juga gak mempermasalahkan kata-kata tersebut. tetapi, ternyata, dia tidak dengan benar menempatkan kata-kata tersebut sesuai dengan peruntukannya… bagi seseorang yang punya banyak ilmu, sedangkan dia enggan untuk berdakwah, maka kata-kata tersebut sangatlah pedas dan menggugahnya. tetapi, bagi seseorang yang memandang negatif terhadap sebuah organisasi dakwah / partai dakwah, kata-kata tersebut terasa kurang pantas… entah kenapa, koq aku merasa, kata-kata sebaik itu maknanya disalah gunakan untuk menakut-nakuti seseorang agar tidak meninggalkan organisasinya, dengan menggunakan kata-kata itu… ini kan namanya menggunakan kata-kata yang tepat, pada situasi yang tidak tepat. seakan-akan dijadikan alat nakut-nakuti, “kalo saja ente keluar, sesungguhnya dakwah ini tidak membutuhkan ente, tapi ente yang butuh dakwah ini” dakwah yang mana nich??? dakwah, opo organisasi dakwah??. dakwah opo partai dakwah??.
sekali lagi, jangan gunakan kata-kata tersebut hanya untuk menjaga keutuhan organisasi dakwah donk… seakan-akan jadi gak berdakwah, jika gak mengikuti organisasinya… padahal, ada juga dakwah fardiyah.. ini juga bukan berarti kutolak dakwah jama’iyah…
Dia juga mengatakan, “kita ini banyak, sedang kamu sendirian… mana yang benar???” gila gak orang ini??? bisa jadi sich, aku yang gila, tapi dia sepertinya juga telah teracuni dengan doktrin sistem demokratis… padahal, islam mengajarkan kepada kita, untuk tidak melihat siapa yang mengatakan kebenaran. tetapi, lihat apa yang dia sampaikan. terdapat dimensi kearifan dalam melihat permasalahan dengan tetap mengedepankan pandangan utuk mengenai sebuah permasalahan dengan memiliki fundamental pemahaman yang utuh dan gak terpotong-potong serta tidak teracuni dengan sistem manusiawi apapun dalam otak kita. saat kubantah dengan mengatakan “banyak belum tentu benar”, dia memandang picik kepadaku… bukankah, mayoritas juga tidak sepenuhnya benar, jika tidak diikuti dengan kafa’ah / pemahaman yang diperlukan??. seribu orang awwam mengatakan cara memasak begini-begitu.. tetapi satu orang koki mengatakan begini-begitu… emnurutku sich, yang paling terpercaya ya koki, dari pada orang awwam…orang awwam gak pernah masak, lha koki masak terus…
Ada lagi, dia juga mengatakan
“kita ini jama’ah manusia, bukannya jama’ah malaikat”
..Whaha..wahaha.. gobloknya sich orang ini… membandingkan koq antara apel dan pisang. kapan apel bisa menjadi pisang??? kapan coba??? berevolusi sampai kapan kira-kira, sampai sebuah apel bisa menjadi pisang yang identik??? kalo berani, mari kita bandingkan antara apel berkualitas dengan apel yang gak berkualitas sama sekali… lantas, kita siapkan ukuran-ukuran yang disepakati oleh semua orang/ mayoritas. kemudian beri penilaian dengan obyektif pada apel yang ada di tangan kita…. bukankah ukuran jama’ah berada pada manhajnya & pada implementasi manhajnya? semakin banyak mengadopsi dan mengutip dari alqur’an dan sunnah, semakin baik… kata-kata orang ini sepertinya paling cocok untuk seseorang yang gak mau diberi masukan mengenai kesalahan-kesalahannya, seakan-akan kesalahan itu hanya untuk diketahui kemudian dmaklumi, dan dilupakan… alias diajadikan apologi. bayangkan jika perusahaan melakukan kesalahan, terus bosnya melaporkan ke atasannya gini “kita ini manusia pak, bukan malaikat”. paling-paling juga dipecat orang ini… karena meskipun demikian, kesalahan yang dilakukan manusia bisa diminimalisir sampai mendekati 0 mungkin.. itulah mengapa muncul ISO, TQM, Six sigma dengan zero defecnya. seakan-akan dia/ kelompoknya, ato organisasinya gak menerima kritik, diberi masukan sesama manusia, malah mengatakan “kita ini jama’ah manusia, bukan malaikat” aneh… sejarah akan mengulangi dirinya kembali, dan itu yang akan terjadi, jika kita tidak bisa mengambil pelajaran dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada…
Malang, bulan pertama dalam tahun ini. tahun 2009. sesaat sebelum berangkat ke masjid tadi, aku melihat bintang jatuh… Subhanallooh… siapakah yang bisa melihatnya dengan jelas di belahan bumi yang lain, lirih dihatiku mengatakannya..
Apa hanya mimpi? December 31, 2008
Posted by mujahiddien in Corat-coret.Tags: cukup, kurang, masa depan, optimis
add a comment
Baru saja perasaanku menggebu-gebu setelah melihat seseorang yang gagal dalam meraih cita-citanya… tidak hanya itu, sebelum gagal, dia mengatakan pada dirinya “aku masih punya waktu 2 minggu, berusaha keras untuk meraih mimpiku”.
Entah mengapa, tiba-tiba seketika itu juga aku berimajinasi… aku mulai membayangkan dengan sebuah ruangan yang dipenuhi banyak orang… tetapi dengan sebuah kesamaan mereka datang ke sana. mereka ingin mendapatkan posisi pertama dalam podium… lalu, saat itu aku juga membayangkan kalo diriku berada di sana. aku berada pada beberapa ratus ato mungkin bahkan ribuan orang pejuang… Duh, ngerinya… aku membayangkan, mereka juga membawa semua kemampuannya… membawa semangat yang juga menggebu-gebu… membawa strategi yang sudah terpikirkan dan ter simulasikan dengan baik dengan disertai rencana cadangan yang mereka punya…
Lantas, aku bertanya : “Apa yang membedakan aku dari mereka?”. “apa jaminanku mendapatkan posisi pertama?”. “apa yang kumiliki sekarang, apakah cukup untuk menghadapi situasi semacam ini?”. sedangkan masing-masing dari kita hanya diberikan kesempatan sekali berlaga…
Tak hanya itu, pertanyaan segera berikutnya adalah, “kapan tiba masanya? masa dimana kita akan mulai dinilai”. seperti sistem operasi pada google. dengan menggunakan rumus algoritma PageRank-nya. ketika seseorang mencari sesuatu dalam searching engine-nya google, maka muncul serangkaian daftar yang telah dengan PageRankdiurutkan. PageRank adalah pembobotan sebuah dokumen di internet secara keseluruhan yang tercatat. Gampangnya, ketika banyak dikenal orang, maka, ketika secara acak, ditanya pada ribuan orang tadi, meraka menyebut nama kita. mungkin penilaian ini bisa terjadi, jika si penguji, menanyakan pada sesama kontestan, mengenai orang yang mereka kenal di dalam ruangan itu…
Runyamnya, adalah aku tidak cukup punya kemampuan, sehingga tidak banyak orang yang mengandalkan keahlianku..aku masih merasa kurang… kurang asin dalam lautan garam, kurang manis dalam lautan madu, kurang waktu dalam semua kesibukanku, kurang perasaan ketika ber muamalah, sehingga berakhir dengan menyakiti begitu banyak perasaan. hhaaahh… lelahnya… tiba-tiba saja rasa lelah menjangkiti pundakku. mengajakku untuk menyerah lagi… aku butuh penyemangat!! butuh polisi galak yang selalu bawa raket pemukul nyamuk(itu lho, yang kalo kena, kawatnya bisa terasa kesetruuumm..).
Atau aku hanya berhalusinasi dengan itu semua, atau aku terlalu berlebihan dalam menggambarkannya? menggambarkan situasi yang sedang aku alami?. susah ah… sampai saat ini aku pun terus mendoktrin diriku untuk tidak menyesali apa yang telah aku pilih, aku lakukan. karena itu akan mengajarkanku pada kedisiplinan. kedisiplinan yang selama ini ku idam-idamkan. karena yang telah kau pilih, adalah pilihan yang sudah kau pertimbangkan matang-matang, sudah kau ketahui risikonya…
malam ini masih tanggal 29 Desember 2008, minggu tenangku akan diakhiri dengan UAS, yang musti tidak akan kusesali nanti, jika saat ini aku belajar hingga larut malam, hingga berdarah-darah, hingga perut buncit & kelopak mata menghitam lantaran kebanyakan minum kopi dan begadang… kagak apa-apa dech… ini juga nanti untuk masa depanku… aku gak menyesal… Semangat yo…!!!. yuk, kita lewati mereka yang lengah, lelah, dan kalah dalam berjuang…
Kita lewati mereka dengan meninggalkan beberapa tulisan motivasi untuk mereka… duh jadi ingat ceritanya “who move my cheese?”. mereka yang lengah, adalah mereka yang selalu merasa cukup dengan keadaannya yang sekarang, mereka sering disilaukan dengan banyaknya pujian, sehingga mereka jadi enggan untuk meng up-grade kemampuan dirinya.kemudian terbentuklah kepribadian malas membaca, lantaran semua orang sudah terpukau dengan keadaannya. terakhir, kapan yah… aku akan mulai bosan membaca??? Robbii Zidni ‘Ilman nafi’an… warzuqni fahman… warizqon halalan thoyyiban mubarokan… Duhai Robb, tambahkan hamba ‘ilmuMu yang bermanfa’at… Fahamkan hamba atasnya… serta berikan hamba rizqi yang halal dan membawa berkah…(sebenarnya sich, juga mau tak tulis “Robbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrotaa’yuun, waj’alnalil muttaqina imama”. tapi aku sungkan dan malu…)Ganbatte ikimashoi…Shoi..shoi..shoi..
Kadang, aku yo merasa, Duuh… enaknya mereka yang bawa payung ke kampus.. kalo musti pindah gedung kuliah, mereka kagak bakalan kena hujan. kemarin, padahal payung di tasku udah nunggu selama seminggu buat kugunakan… EEhhhh… hujannya nggak turun, hari begitu cerah… menyesal nggak sich ini namanya?aku bingung…, tapi mending gitu kali yah? tidak ada salahnya bersiap-siap… sungguh, catatan ini akan membedakanku antara aku sekarang dengan aku 1 tahun berikutnya… Duuh… senengnya…
Dakwah, oto kampanye ini namanya? December 31, 2008
Posted by mujahiddien in opini.Tags: Dakwah, jama’ah malaikat, jama’ah manusia, pemilu 2009, realita dakwah
add a comment
Malam ini bukan malam seperti biasanya. malam ini kurasakan semangat baru…
kemarin, kuberanikan diri mengungkapkan apa-apa yang kupikirkan dan kutemui dalam jalan dakwah(dulu sich, aku merasa jalan dakwah, sekarang kurasakan perbedaannya. ternyata itu semua jalan jama’ah… sebuah jama’ah dakwah). ber beda bukan???
Semua melihat, semuanya mendengarkan, semuanya berfikir… hingga saudara sendiri pun dipanggil dengan panggilan seseorang yang asing. “anda” dia memanggilku “anda” setelah kulontarkan beberapa fakta yang menurutnya menghina jama’ahnya, menghina partainya… aku merasa penyimpangannya dalam memahami dan mengamalkan anjuran untuk mencintai saudaranya, seakan-akan telah mendoktrin pikirannya untuk hanya mencintai saudaranya sesama warna bendera… hanya serendah dan senista itu, ganti sebuah persaudaraan senasab… hanya dengan sebuah pertanyaan simple, dia marah-marah…hmmm…. aku bertanya “sebenarnya kita ini yang mana? partai dakwah, ato dakwah partai?”….
Mukanya langsung merah, menyala sich katanya saudara yang melihatnya juga…wha..wha..haha..haha… senengnya hatiku saat aku menanyakannya. logikanya adalah, kenapa musti marah, kalo itu nggak bener, kan tinggal mengatakan kalo itu keliru… dan membuktikan kalo partainya adalah partai dakwah, dan bukan dakwah partai… entah kenapa, aku bisa membedakan 2 hal ini. karena ada sebagian orang yang ternyata nggak mendakwahkan islam. malah mendakwahkan partai tertentu, ato bahasa demokrasinya dalah kampanye. apakah pengajian berikutnya aku akan tanya “apakah dakwah sama dengan kampanye?”. wuiihh,… mungkin gak merah lagi mukanya, tapi hitam, tertutupi awan gelap kebencian.
Kan kalo gitu lantas, seseorang dapat mengklaim dirinya berdakwah, padahal kampanye…. dakwah mengajarkan al-qur’an dan assunnah… lha, kampanye mengajarkan cara menyoblos…wha..ha..wha…haha.. eh, ada lagi katanya… katanya gini, “makanya ngaji, biar bisa merasakan nikmatnya hidup di jalan dakwah..”. lho? ternyata kenikmatan berdakwah itu diukur dari ngaji to?padahal ngaji yang dimaksudkannya adalah liqo’at jama’ah… bukankah dia seharusnya mengatakan : makanya liqo’ biar bisa tambah intima’ pada jama’ah… sampai mati..ti..ti.. sampai merasa bahwa jama’ahnya yang paling benar, dan yang lain salah… lha wong malah kemarin dia mengatakan, “saya tau dengan pemikiran anda!!saya sudah banyak berinteraksi dengan banyak mahasiswa seperti anda. pokonya, ciri ciri salafy itu, kalo dikasih tau mesti ngotot”. Whaha..ha..ha… ini apa lagi toh… paling yang di baca orang ini adalah kitab-kitab tentang kepribadian manusia.. sehingga syubhatnya, dia jadi suka memfonis orang.. katanya da’i.. koq lebih mirip hakim menurutku sich??? bener gak???
Sampek aku mengatakan dengan mata tajam kuarahkan ke matanya yang sempit memandang sesama muslim itu, dengan kulampirkan kata-kata pedas, yang akan membuatnya mengingatku selamanya “jangan memecah belah ummat ini dengan saling menghina kekurangan jama’ah lain donk”. wuih, aku gak akan menarik ucapanku, aku sekarang bisa mengatasi ketakutanku untuk beradu fisik, jika perlu…ini masalah persatuan ummat ISLAM… setelah itu dia mengagitasi keluarga lain untuk mempercayai ucapannya dengan mengatakan “wong yang lain ini bisa nyambung dengan ucapanku, koq kamu thok yang nggak nyambung. ini yang aneh siapa?”. dia ngomong gitu sambil merasa pede dengan apa yang dikatakan// whuhuhu… sekali lagi, dia terlihat bodoh di mataku.. wong yang lain “ndlahom” koq… andai dia melihat ekspresi yang lain saat mau mengatakannya… terus muncullah bantuan selanjutnya dari saudaranya yang lain yang juga terhasut…semuanya adalah fiksi, gak nyata, semuanya hanya lamunanku.. kalo ada yang nggak sependapat, yo ben.. aku nggak mau tau… atasi sendiri masalahmu…aku tak mengatasi masalahku… ini namanya nafsak..nafsak
Malang, sepuluh menit lagi, jam 2 malam. ini adalah malam tahun baru 2009.. dan catatanku belumlah usai sampai di sini…
Berbeda sekali December 14, 2008
Posted by mujahiddien in Corat-coret.Tags: berbeda, cerdas sekali, kecerdasan
add a comment
Akankah kecerdasan seseorang menjadikannya seseorang yang baru? seseorang yang lebih mirip dengan kecenderungan selera otak dan perasaan terhadap apa-apa yang membuatnya menyala-nyala saat mempelajarinya. 2 dimensi saat kita melihat sebuah fenomena. dimensi pengamat dan dimensi pelaku…
Pengamat selalu melihat kepada sesuatu atau seseorang yang lebih dominan. sedangkan salah seorang dari pelaku selalu merasa “jika tidak ada yang ngomong, mending aku yang ngomong saja!!”.
Malam ini, Allooh menunjukkan keanggunannya malamNya dengan membiarkan daun-daun basah terkena hujan yang belum reda sejak sore tadi, dengan kehangatan sekelompok hewan jalanan yang sedang berkumpul mencari kehangatan di luar sana. semakin dalam kesadaranku terhadap kenyataan bahwa ternyata akan ada selalu 2 hal yang berlaku bagi para penuntut ilmu… menjadi cerdas dengan kematangannya dengan menjadi ingin terlihat cerdas dengan beberapa lampiran omong kosong yang selalu dibicarakan. si “menjadi cerdas” selalu merasa bahwa dirinya akan selalu kurang dengan apa yang ada pada dirinya saat ini. sehingga kemudian terrefleksi pada kesabarannya melewati hari demi hari dengan tumpukan modul dan buku-buku yang relevan dengan konsentrasi keilmuannya. tetapi tidak bagi si “ingin terlihat cerdas”, dia akan selalu merasa cukup dengan apa yang ada pada dirinya, lantas terefleksi dengan sikap meremehkan… merendahkan… bahkan sengaja mencari muka dengan bertanya pada sesuatu yang hanya dia yang mengetahui jawabannya.
2 hujan deras sore tadi memandikanku dari kemalasan berusaha, bangkit dari kemalasan dan usaha merubah takdirku. Selintas, dengan masih mengenakan pakaian basah karena kehujanan aku teringat catatan saudaraku. saat itu dia sedang berteduh di teras depan kostnya.. dengan pakaian kemeja yang tersetrika rapi serta alroji keren yang menyertainya, saat yang sama juga tengah dialami temanku-yaitu kehujanan dan sedang menunggu keputusan dengan kebulatan tekad menerima risiko yang bakal terjadi- selintas kemudian lewatlah wanita tua di depan matanya… dengan perasaan iba, temanku bertanya “koq nekat nek?hujan-hujan gini tetep berangkat?”… lalu temanku termenung dengan kematangan pribadi nenek tersebut saat menjelaskan alasannya…
“Nak… hujan akan tetep hujan, dia akan berjalan dan menghabiskan waktu kita untuk menunggunya… sedangkan waktu kita jiga terus berjalan… kenapa hanya kita isi dengan menunggu hujan reda?”. huuaaa…… jelas sekali bedanya kan??? antara orang cerdas dengan orang yang hanya ingin kelihatan cerdas??? meraka matang dengan pengalaman dan pelajaran dalam kehidupan…
kemudian tibalah saatnya penyesalan… entah mengapa, seseorang yang sudah berusaha sekuat tenaga pun, masih merasa menyesal dengan ketidak optimalan usahanya, sampai kemudian Allooh menurunkan takdirnya… menghela napas lagi…. sambil terus merasa bahwa ada banyak kesempatan yang menghampiri kita dengan hanya sedikit perhatian kita abaikan semua itu.
malang, gerimis sejak sore tadi hingga malam ini 22.50 PM
Mengorientasikan kembali December 5, 2008
Posted by mujahiddien in Corat-coret.Tags: mengOrientasikan kembali, orientasi
add a comment
Malang, 5 Desember jam sembilan malam lebih…baru pulang dari perkuliahan terakhir dalam sepekan.
Hari ini, percaya diriku untuk mendapatkan nilai A dari satu mata kuliah muncul lagi setelah kemarin shock… Dulu, aku merasa ketika mengetahui sesuatu tentang materi yang sedang diajarkan Dosen, aku gak akan mau buka mulut, walaupun kesempatan untuk mendapatkan nilai A dari aksi itu baru kuketahui saat ini. sampai akhirnya, aku bingung dengan kepribadianku yang sebenarnya. apakah aku ini benar-benar tau?, atau hanya ingin kelihatan tau segalanya?. banyak teman dan kenalan yang kudapatkan dari aktifnya aku berinteraksi di kelas. sampai-sampai ada yang mencurigaiku keaktifanku tersebut hanya untuk pemikat massa, maklumlah… bulan ini adalah bulan dimana proses suksesi politisi Fakultas sedang berlangsung. Makanya, sampai ada yang salah alamat dengan mengatakan niyatku adalah menjadi Presiden BEM Fakultas.Whahaha..Whahaha..
Banyak, banyak sekali yang ingin di tulis, lelahnya kuliah setelah 6 bulan lau menancapkan komitmen mulai menunjukkan gradasi dari semangat yang menggebu-gebu. menyesal, menyesal, menyesal, mengapa musti selalu ada penyesalan walaupun sedikit. berjuang sekuat apapun, merusaha semaksimal apapun, selalu berakhir dengan penyesalan yang datang bersama beberapa lampiran koreksi yang turut menyertai. ada banyak kata-kata, ada banyak istilah di otakku yang sedang menunggu instruksi untuk dikatalogkan. sehingga, akan membentuk gambaran utuh mengenai apa yang sedang aku pelajari di 6 bulan ini.
Entah mengapa, setiap saat aku diajarkan untuk menjustifikasi sebuh fenomena dengan menggunakan indikator yang menyertainya, seakan-akan perilaku itu juga berusaha menjadikanku sepertinya. gak tau! sebenarnya yang bener yang mana sich? opo aku musti berubah?lha terus, kalau banyak yang pesenan untuk merubah diriku menjadi seperti keinginannya, gimana?
Robbi Zidni ‘Ilman nafi’an… Warzuqni Fahman….. Yaa Allooh, fahamkan aku pada semua ilmuMu yang bermanfaat. aku ingin lebih dalam, lebih dalam lagi dalam memahami sesuatu. Februari ini, Saatnya berjuang lagi, mengumpulkan segenap tenaga lagi…. Haaaahhh… mengapa terasa lebih berat lagi yah?
kembali berfikir dan merenung menjadikanku lebih mengenal diriku yang sebenarnya. Sampai kemudian terasa sangat lelah rasanya untuk dapat mengisi puzzle yang belum lengkap dalam gambaran sejarah kematangan pribadiku. ada banyak hal yang aku temui dan rasakan, sejak sekin lama aku meninggalkan kebiasaanku menulis. Duh, ngantuk sekali nich…